BOGOR — Sehari setelah terpilih sebagai Rektor IPB University Pengganti Antar Waktu (PAW) periode 2025–2028, Dr Alim Setiawan langsung bertolak ke Jepang untuk menghadiri peringatan 40 Tahun United Graduate School of Agricultural Sciences (UGAS), Ehime University, Sabtu (6/12/2025).
Sebagai alumnus UGAS periode 2014–2017, Dr Alim diundang untuk memberikan commemorative lecture mengenai pengalaman dan pandangan tentang kepemimpinan transformatif di bidang Agricultural Sciences.
Dalam paparannya, Rektor Alim menjelaskan bahwa tridarma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat), kini berkembang dengan poin keempat, yaitu inovasi untuk dampak sosial.
“Perguruan tinggi tidak hanya bertugas mendidik dan melakukan penelitian, tetapi juga menghasilkan teknologi dan rekomendasi kebijakan yang memperkuat pembangunan dan ketahanan nasional,” ujar Dr Alim. “IPB University saat ini bergerak menuju era Agromaritim 5.0, sebuah kerangka yang menempatkan manusia, keberlanjutan, dan resiliensi sebagai pusat inovasi.”
Teknologi seperti artificial intelligence (AI), internet of things (IoT), big data, blockchain, hingga brain–computer interfaces disebutnya sebagai pengungkit kesejahteraan masyarakat, terutama petani dan nelayan.
Rektor Alim juga memaparkan tiga pilar keilmuan yang kini membentuk ekosistem riset IPB University dalam bidang agromaritim, yaitu AI, ilmu omics, dan sains keberlanjutan. Ketiga pilar ini dihubungkan oleh ilmu sosial yang berperan menjembatani inovasi teknologi dengan dinamika masyarakat melalui kajian perilaku, etika, tata kelola, dan kebijakan publik.
Permintaan global terhadap kemampuan berbasis AI semakin meningkat. Di waktu yang sama, banyak metode konvensional mulai ditinggalkan. “Untuk menyiapkan talenta masa depan, IPB University memperkuat kompetensi mahasiswa dan peneliti dalam AI, keterampilan digital, dan keterampilan hijau,” jelasnya.
Di akhir sesi, Dr Alim menekankan bahwa ketahanan pangan, perubahan iklim, dan transformasi digital merupakan tantangan bersama yang menuntut kolaborasi lintas negara. “IPB University terus membuka diri untuk bekerja sama dengan berbagai mitra dalam menghasilkan dampak yang inklusif dan berkelanjutan,” kata dia menandaskan.
(damr/ipb.ac.id)




Komentar