Kunjungan Menteri Aviasi, Maritim, dan Dekarbonisasi Inggris, Keir Mather (kiri), ke Indonesia tak sekadar agenda diplomatik. Di sela lawatan resminya, ia menyempatkan diri menjajal layanan MRT Jakarta, sebagai simbol penguatan kerja sama strategis kedua negara di sektor transportasi berkelanjutan. (Foto: Dokumentasi MRT Jakarta)
JAKARTA – Kunjungan Menteri Aviasi, Maritim, dan Dekarbonisasi Inggris, Keir Mather, ke Indonesia tak sekadar agenda diplomatik. Di sela lawatan resminya, ia menyempatkan diri menjajal layanan MRT Jakarta, sebagai simbol penguatan kerja sama strategis kedua negara di sektor transportasi berkelanjutan.
Dalam kunjungan pada 23 April 2026, Mather melakukan perjalanan menggunakan MRT dari Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Dukuh Atas. Ia juga meninjau langsung kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas, yang kini menjadi salah satu pusat integrasi transportasi tersibuk di ibu kota.
Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda), Farchad Mahfud, menyambut positif kunjungan tersebut. Ia menyebut kehadiran Menteri Mather sebagai momentum penting untuk mempererat kerja sama di bidang transportasi modern.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini. Di tengah agenda yang padat, beliau berkenan melihat langsung sistem MRT pertama di Indonesia sekaligus berdiskusi mengenai pengembangan kawasan berbasis transit,” ujar Farchad dalam keterangan resmi, Senin (27/4/2026).
Dalam kesempatan itu, pihak MRT Jakarta juga memaparkan sejumlah proyek strategis yang tengah dikembangkan, seperti pedestrian deck Dukuh Atas dan ruang multifungsi di kawasan Bundaran HI. Proyek-proyek ini dirancang untuk memperkuat konektivitas sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi publik.
Lebih dari sekadar kunjungan lapangan, agenda ini menjadi bagian dari pembahasan yang lebih luas antara Indonesia dan Inggris terkait strategi dekarbonisasi sektor transportasi. Kedua negara berkomitmen mendorong sistem transportasi yang ramah lingkungan, efisien, dan terintegrasi.
Dalam pernyataan resmi Kedutaan Inggris untuk Indonesia, disebutkan bahwa kunjungan ini juga mencakup pembahasan pengembangan transportasi perkeretaapian perkotaan serta penguatan kerja sama maritim melalui Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris.
Kunjungan Menteri Mather ke MRT Jakarta dinilai sebagai simbol kuat hubungan bilateral yang semakin erat, khususnya dalam upaya menghadapi tantangan perubahan iklim melalui inovasi transportasi.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, menambahkan bahwa kerja sama internasional seperti ini penting untuk mempercepat transformasi transportasi di Indonesia.
Dengan dukungan mitra global, Indonesia diharapkan mampu memperluas jaringan transportasi massal yang tidak hanya modern, tetapi juga berkelanjutan. MRT Jakarta pun diposisikan sebagai salah satu model pengembangan transportasi urban yang terintegrasi di kawasan Asia Tenggara.
Langkah ini sekaligus mempertegas arah pembangunan transportasi nasional yang tidak hanya berorientasi pada mobilitas, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.
(G Josh/Siaran Pers MRT Jakarta)
