News
Beranda » Berita Border » Tutup Orientasi PPPK, Wamendagri Wiyagus Dorong ASN Kemendagri–BNPP Perkuat Layanan Publik

Tutup Orientasi PPPK, Wamendagri Wiyagus Dorong ASN Kemendagri–BNPP Perkuat Layanan Publik

wamendagri wiyagus
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Akhmad Wiyagus menutup secara resmi kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Penutupan berlangsung di Gedung Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/1/2026). (Foto: Puspen Kemendagri)

BOGOR — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Akhmad Wiyagus menutup secara resmi kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Penutupan berlangsung di Gedung Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wiyagus menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik oleh Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menilai keberagaman latar belakang para PPPK yang bergabung di Kemendagri dan BNPP sebagai modal berharga untuk memperkuat kinerja organisasi, jika dikelola secara tepat dan profesional.

“Pesan saya, setelah Anda resmi menjadi bagian dari Kemendagri dan BNPP, pahami betul nilai, tugas, dan materi yang telah diberikan selama orientasi. Itu menjadi bekal utama dalam menjalankan peran sebagai ASN,” ujar Wiyagus.

Menurut Wiyagus, orientasi bukan sekadar tahapan administratif, melainkan fondasi pembentukan sikap dan etos kerja. Karena itu, Wiyagus mendorong para PPPK untuk bersikap kreatif dan inovatif sesuai dengan bidang tugas masing-masing. Bahkan pada posisi teknis sekalipun, ruang inovasi tetap terbuka untuk mendukung kelancaran kerja pimpinan dan organisasi.

“Di mana pun posisinya, setiap ASN bisa berkontribusi melalui cara kerja yang cerdas dan solutif. Kreativitas itulah yang membuat organisasi terus bergerak maju,” kata Wiyagus.

Selain inovasi, Wiyagus memberi penekanan khusus pada integritas. Ia menyebut integritas sebagai nilai dasar yang tidak bisa ditawar bagi setiap ASN, karena berkaitan langsung dengan kejujuran, tanggung jawab, dan transparansi dalam bekerja. “Orang yang berintegritas akan jujur pada dirinya sendiri, pada pekerjaannya, dan pada institusi tempat ia mengabdi,” tegasnya.

Wiyagus juga mengingatkan bahwa status sebagai ASN melekatkan peran sebagai pelayan publik. Oleh sebab itu, profesionalisme, kesungguhan, serta kemauan untuk terus belajar menjadi syarat mutlak dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Integritas, kejujuran, dan tanggung jawab akan membentuk profesionalisme. Jika itu dijaga, kepercayaan publik akan tumbuh,” tandasnya.

Kegiatan penutupan orientasi tersebut turut dihadiri Komandan PMPP TNI Brigjen TNI Iwan Bambang Setiawan, Kepala BPSDM Kemendagri Sugeng Hariyono, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen Kepemimpinan Budi Santosa, Komandan Detasemen Markas PMPP TNI Kolonel Armed M. Asyik, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

(sam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *